Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Indah saat Dia mempertemukan, indah saat Dia menumbuhkan kash dan indah saat Dia mempersatukan kami dalam suatu ikatan pernikahan kudus.
Merupakan suatu kebahagiaan dan kehormatan bagi kami, apabila Bapak/Ibu/Saudara/i dapat memberikan doa restu kepada kami dengan berkenan
hadir dalam acara pernikahan kami.
September 2014 adalah awal pertemuan kami sebagai mahasiswa baru dan kisah panjang selanjutnya. Entah takdir yang menemukan jalannya, jiwa menemukan belahannya atau aku yang memutuskan untuk menjatuhkan hati.
Menjalin Hubungan
Tentu saja menjatuhkan hati tidak berarti mendapatkan hatinya begitu saja, bisa saja ini hanya akan menjadi kisah yang bertepuk sebelah tangan. Juni 2015 adalah hari dimana keberanian untuk mengutarakan perasaan akhirnya terkumpul, dan siapa sangka perasaan ini ternyata akan berbalas.
Menikah
Setelah perjalanan yang cukup panjang, kami memutuskan untuk melangsungkan pernikahan pada hari Sabtu, 13 Desember 2025. Ini adalah keputusan kedua terpenting kami selama hidup, dan ini adalah salah satu keputusan terbaik yang kami ambil. Tentu cinta ini tidak sempurna karena kami penuh dengan keterbatasan, namun kabar baiknya kami dicintai dengan kasih yang kekal (Yeremia 31:3).
“Sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia”
(Matius 19:6)
Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami apabila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir untuk memberikan doa restu kepada kedua mempelai.